Iklan 160x600

Yowana Bali Siapkan Pemilihan Manggala Kabupaten/Kota, Aturan Baru Diterapkan

Rapat persiapan pemilihan Manggala Yowana Kabupaten/Kota se-Bali
Rapat persiapan pemilihan Manggala Pasikian Yowana Kabupaten/Kota se-Bali di Puspem Badung, 3 Oktober 2026.

Badung – Yowana Provinsi Bali menggelar rapat persiapan pemilihan Manggala Pasikian Yowana Kabupaten/Kota se-Bali di Ruang Gosana Lantai 3, Puspem Badung, Sabtu, 3 Oktober 2026. Rapat membahas berbagai persiapan teknis, termasuk surat keputusan (SK), mekanisme pemilihan, serta kendala yang dihadapi masing-masing wilayah.

Kegiatan tersebut diikuti para ketua Yowana kabupaten/kota dan ketua Yowana kecamatan se-Bali. Pembahasan dilakukan sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan pemilihan pengurus Yowana di tingkat kabupaten/kota hingga kecamatan.

Ketua Yowana Provinsi Bali Diana Putri, S.Ked., mengatakan rapat tersebut difokuskan pada kesiapan teknis pemilihan serta berbagai persoalan yang perlu diselesaikan sebelum pelaksanaan. “Acara hari ini yowana provinsi bali menggelar persiapan pemilihan Yowana kabupaten/kota. Hati ini digelar teknis pemilihan, SK dan lain sebagainya dibahas termasuk kendala kendala dari setiap kabupaten,” kata Diana.

Ia menjelaskan, terdapat perubahan ketentuan yang menjadi dasar pelaksanaan pemilihan tahun ini. Jika sebelumnya mekanisme pemilihan mengacu pada peraturan MDA Provinsi Bali, kini proses tersebut menggunakan ketentuan yang berlaku di MDA kabupaten masing-masing.

“Konsen kita di agenda hari ini adalah bagaimana tata cara pemilihan dari setiap ketua ring kabupaten-kota dan juga di kecamatan masing-masing, karena saat ini di tahun ini ada peraturan baru di mana yang dulunya kami menggunakan pemilihan, menggunakan peraturan yang sesuai peraturan MDA Provinsi Bali dan tapi di tahun ini peraturannya baru yaitu menggunakan peraturan yang ada di MDA di kabupaten masing-masing,” jelas Diana.

Diana berharap para ketua yang terpilih nantinya mampu menjalankan amanah kepemimpinan selama lima tahun sekaligus mendedikasikan diri terhadap adat, seni, dan budaya Bali. “Imbauan saya sebagai ketua di Provinsi, semoga ketua yang terpilih saat ini yang akan memimpin lima tahun ke depan, orang-orang yang memang benar-benar mau mendedikasikan diri terhadap adat seni dan budaya yang ada di kabupaten masing-masing, terutama di Provinsi Bali,” ujarnya.

Ia juga menyebut kepengurusan baru diharapkan dapat menjalankan pengabdian secara lahir dan batin. Salah satu program Yowana Provinsi Bali yang telah berlangsung selama setahun ialah Yowana Meplesiran, yang dilaksanakan dengan mengunjungi sejumlah kabupaten dan kota di Bali.

Dalam kegiatan tersebut, Yowana memberikan literasi mengenai makna Catur Brata Penyepian serta mengunjungi sejumlah Sekaa Teruna Teruni (STT), termasuk kelompok kepemudaan yang berada di luar kawasan perkotaan.

Sementara itu, Penyarikan Agung MDA Provinsi Bali dr. Dewa Nyoman Rai Asmara Putra, SH., MH., mengatakan Yowana mempunyai peran penting dalam kehidupan bangsa, keluarga, desa adat, dan MDA di Bali. Menurut dia, generasi muda akan menjadi penerus kepemimpinan sehingga perlu tetap menghargai kontribusi generasi sebelumnya.

“Nanti seandainya adik adik menjadi pengurus Yowana di kabupaten kota dan kecamatan, agar tidak lupa dengan yang menjabat sebelumnya. Karena kita tidak lepas dari masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang,” kata Dewa Nyoman Rai.

Ia menegaskan pentingnya menatap masa depan tanpa mengabaikan pengalaman generasi terdahulu. “Oleh karenanya kita selalu melihat walaupun kita harus menatap masa depan, namun kita tidak boleh melupakan masa lalu,” ujarnya.

Dewa Nyoman Rai juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan rapat koordinasi untuk mempersiapkan Paruman Madya dan pembentukan prajuru Yowana kabupaten/kota serta kecamatan. “Saya berpesan agar pemargi paruman madya berjalan lancar dan rahayu,” ucapnya.*red

Iklan 160x600

Suara Cakrawala Indonesia

Berani Suarakan Fakta