
Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster kembali meninjau Depo Pertamina Pesanggaran, Denpasar Selatan, Kamis (15/10/2026), untuk memastikan percepatan distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Langkah ini dilakukan menyusul antrean kendaraan di sejumlah SPBU yang masih membutuhkan penanganan.
Dalam kunjungan tersebut, Koster bertemu Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, untuk mengevaluasi ketersediaan stok, kelancaran penyaluran, serta efektivitas upaya penguraian antrean. Pemerintah Provinsi Bali meminta distribusi dioptimalkan, termasuk untuk wilayah Denpasar, Badung, Tabanan, dan Gianyar.
Koster juga berkoordinasi dengan Polda Bali agar armada pengangkut BBM mendapat pengawalan sehingga perjalanan dari depo menuju SPBU dapat berlangsung lebih cepat. “Saya juga minta bantuan Polda Bali untuk mengawal pergerakan truk tangki agar lebih cepat,” ujar Koster.
Menurut Koster, percepatan penyaluran menjadi prioritas karena persediaan BBM dinilai relatif aman, tetapi distribusi dan pelayanan di sejumlah SPBU masih perlu ditingkatkan. “Proses distribusi dan penguraian antrean menjadi fokus kita karena stok relatif aman,” tegasnya.
Sementara itu, Mars Ega Legowo Putra menyampaikan bahwa Pertamina terus meningkatkan pasokan setelah kendala proses sandar kapal pada 11 Oktober sempat memengaruhi kelancaran distribusi. Ia mengatakan ketersediaan BBM di SPBU mulai membaik secara bertahap, meskipun beberapa lokasi masih mengalami kekosongan.
“Kami optimistis mendekati situasi normal,” ujarnya.
Pertamina menjadwalkan kedatangan tambahan sekitar empat juta liter BBM di Depo Pesanggaran pada Kamis sore hingga malam. Adapun persediaan di Depo Manggis tercatat sekitar 6,3 juta liter. Pasokan dari depo tersebut juga dipercepat untuk mendukung kebutuhan di Bali bagian selatan, dengan proyeksi stok di Pesanggaran mencapai sekitar lima juta liter.
Selain itu, sebanyak 16 juta liter Pertalite dijadwalkan tiba pada Jumat (16/10/2026), disusul 32 juta liter pada Sabtu (17/10/2026). Kedatangan pasokan tersebut diharapkan memperkuat persediaan dan memperlancar pengiriman ke SPBU.
Dari sisi operasional, Pertamina menambah delapan mobil tangki sehingga total 40 armada dikerahkan untuk melayani 92 SPBU di Denpasar dan Badung. Pertamina juga menguji skema pelayanan menggunakan wadah berkapasitas empat liter untuk sepeda motor dan 20 liter untuk mobil di tiga SPBU. Efektivitas serta aspek keselamatan skema tersebut akan dievaluasi sebelum kemungkinan diterapkan lebih luas.
Usai meninjau depo, Koster bersama jajaran Pertamina mendatangi SPBU di Jalan Raya Sesetan, Denpasar Selatan, untuk memantau antrean dan pelayanan. Ia juga menyapa warga yang telah mengantre sejak pagi dan meminta mereka bersabar sembari menunggu upaya penambahan pasokan serta percepatan distribusi berjalan.
Pemerintah Provinsi Bali bersama Pertamina dan kepolisian terus mengupayakan pemulihan penyaluran BBM agar pelayanan SPBU kembali lancar dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.*red









