Iklan 160x600

UnitomoDorong Produktivitas Rumput Laut di Desa Kedungpandan

UNITOMO mendampingi masyarakat Kedungpandan mengembangkan budidaya rumput laut melalui inovasi teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan nilai ekonomi.

Sidoarjo – Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) mendorong peningkatan produktivitas dan nilai ekonomi rumput laut masyarakat Desa Kedungpandan, Kabupaten Sidoarjo, melalui pemanfaatan inovasi teknologi. Upaya tersebut dilakukan melalui program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026.

Program bertajuk “PDB Penguatan Perekonomian Masyarakat Desa melalui Pengolahan Hasil-Hasil Laut Berbasis Inovasi Teknologi di Desa Kedungpandan Sidoarjo” tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat pesisir mengembangkan budidaya dan pengolahan hasil laut secara lebih produktif, efisien, serta berkelanjutan.

Salah satu fokus kegiatan adalah pendampingan dan praktik teknik budidaya rumput laut yang baik dan benar. Selain itu, tim UNITOMO mengenalkan penerapan teknologi untuk membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan dalam proses produksi, mulai dari produktivitas budidaya hingga pengelolaan hasil panen.

Saat dikonfirmasi pada Rabu, (19/08/2026) Ketua Pemberdayaan Desa Binaan Unitomo, Prof. Dr. Ir. Fadjar Kurnia Hartati, M.P., mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya perguruan tinggi menghubungkan hasil inovasi dengan kebutuhan masyarakat.

“Program ini merupakan bentuk nyata kontribusi UNITOMO dalam menjembatani inovasi perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat. Kami ingin teknologi yang dikembangkan tidak berhenti di lingkungan kampus, tetapi benar-benar dapat diterapkan dan memberikan dampak terhadap produktivitas serta kesejahteraan masyarakat,” ujar Prof. Dr. Ir. Fadjar Kurnia Hartati, M.P.

Menurutnya, pendampingan tidak hanya berorientasi pada pengenalan teknologi. Masyarakat juga diberikan pengetahuan mengenai pengelolaan usaha dan pengembangan produk agar hasil rumput laut dapat memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Desa Kedungpandan memiliki potensi sumber daya pesisir yang dapat dikembangkan sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat. Karena itu, peningkatan kemampuan dalam budidaya dan pengolahan rumput laut dinilai penting untuk memperkuat mata pencaharian masyarakat setempat.

Program tersebut juga mendorong masyarakat agar tidak hanya menjual rumput laut sebagai bahan mentah. Pengembangan pengolahan dan diversifikasi produk diharapkan dapat menciptakan nilai tambah sehingga manfaat ekonomi dari potensi sumber daya laut dapat lebih banyak dirasakan masyarakat.

“Harapannya, teknologi ini dapat menjadi solusi yang mudah diterapkan oleh masyarakat dan memberikan dampak jangka panjang. Ketika produktivitas meningkat, kualitas hasil semakin baik, dan nilai tambah produk berkembang, maka peluang peningkatan pendapatan masyarakat juga semakin besar,” kata Prof. Dr. Ir. Fadjar Kurnia Hartati, M.P.

Unitomo berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya dapat terus diperkuat. Sinergi tersebut diperlukan agar inovasi yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi kawasan pesisir.

Iklan 160x600

Suara Cakrawala Indonesia

Berani Suarakan Fakta