Iklan 160x600

Tim PDB Unitomo Dorong Transformasi Ekonomi Desa Ngampungan Jombang

Pelatihan dan pendampingan mengoperasikan dan memelihara mesin filling cup sealing 1 line, 3 Juli 2026. (foto: Yekti)

JOMBANG, 3 Juli 2026 – Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) bersama Universitas Tribhuana Tungga Dewi (Unitri) Malang memasuki tahun kedua pelaksanaan di Desa Ngampungan, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang. Program yang mendapat pendanaan hibah dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek Tahun Anggaran 2026 itu diarahkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui pengembangan desa wisata, usaha air mineral kemasan, kesenian kuda lumping, dan UMKM.

Program tersebut merupakan kolaborasi akademisi, pemerintah desa, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pandansili, serta kelompok PKK Desa Ngampungan. Tim PDB diketuai Dr. Sayekti Suindyah D., S.E., M.M., dosen Unitomo, dengan anggota Dr. Meithiana Indrasari, S.T., S.M., M.M. dan Dr. Dian Ferriswara, S.E., M.M., dari Unitomo serta Dr. Zuhdi Ma’sum, S.T., M.T., dari Unitri Malang. Kegiatan juga melibatkan empat mahasiswa dari sejumlah program studi.

Mitra program terdiri atas Pemerintah Desa Ngampungan, Pokdarwis Pandansili yang diketuai Suparmo, dan Kelompok PKK Desa yang diketuai Jarwati.

Ketua Tim PDB Unitomo, Dr. Sayekti Suindyah D., mengatakan program tahun kedua difokuskan pada penguatan fondasi Desa Wisata Ngampungan melalui diversifikasi produk air mineral kemasan, pengembangan kesenian kuda lumping di bawah binaan Pokdarwis Pandansili, serta penguatan usaha UMKM yang dikelola PKK Desa Ngampungan.

Penyerahan kostum tari kepang dan tari celeng untuk mendukung pengembangan kesenian kuda lumping di Desa Ngampungan, Jombang.

Pada tahun pertama, tim memberikan hibah mesin produksi air mineral yang dilengkapi Membran RO dan UV kepada Pokdarwis. Mesin tersebut telah digunakan untuk memproduksi air kemasan botol berukuran 500 mililiter. Tahun ini, mitra memperoleh mesin filling cup sealing satu lini untuk memproduksi air kemasan gelas berukuran 220 mililiter serta kostum penari kuda lumping.

Anggota Tim PDB, Dr. Zuhdi Ma’sum, S.T., M.T., mengatakan dukungan tersebut ditujukan untuk meningkatkan pendapatan Pokdarwis dan pendapatan asli desa (PADes), menambah jumlah kunjungan wisata, serta membuka peluang usaha di bidang air mineral.

Sementara itu, kelompok PKK pada tahun pertama memperoleh mesin peniris minyak goreng. Pada tahun kedua, bantuan berupa mixer berkapasitas 10 liter, wajan berdiameter 80 sentimeter, dan kompor diberikan untuk meningkatkan efektivitas proses produksi, kapasitas produksi, volume penjualan, serta pendapatan dan kesempatan kerja.

Kepala Desa Ngampungan, Rohan, mengatakan dampak program mulai dirasakan mitra. Salah satunya terlihat dari rencana pembangunan gedung khusus produksi air mineral di kawasan Wisata Pandansili yang ditargetkan selesai pada Oktober 2026.

Program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat daya tarik Wisata Pandansili melalui pengembangan kesenian kuda lumping. Penguatan potensi lokal itu diharapkan turut mendorong peningkatan kunjungan wisata sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Sayekti berharap keberhasilan program PDB dapat menjadi contoh bagi desa lain di Kabupaten Jombang dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka kesempatan kerja, dan membangun desa yang mandiri serta berkelanjutan.

Iklan 160x600

Suara Cakrawala Indonesia

Berani Suarakan Fakta