Iklan 160x600

Pemkab Badung Sosialisasikan Bahaya Narkoba Lewat Seni Budaya di Sekolah

Sosialisasi pencegahan narkoba melalui pagelaran seni budaya di SMP Negeri 5 Abiansemal, Badung.
Pemkab Badung Edukasi Pelajar tentang Bahaya Narkoba Lewat Seni Budaya

Badung – Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar melalui pendekatan seni dan budaya. Edukasi tersebut dikemas dalam sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) melalui pagelaran seni budaya di SMP Negeri 5 Abiansemal, Badung, Kamis 15 Oktober 2026.

Kegiatan ini dihadiri Bunda Anti Narkoba Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Badung, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Badung beserta jajaran, kepala sekolah, guru, serta ratusan siswa.

Mengusung tema “Informasi dan Edukasi Melalui Pagelaran Seni Budaya P4G, Bersama Wujudkan Generasi Sehat, Bebas Narkoba, Berbudaya dan Berdaya Saing”, kegiatan tersebut menggabungkan penyampaian informasi mengenai bahaya narkoba dengan pertunjukan kesenian tradisional Bali.

Para siswa terlibat dalam berbagai pementasan, seperti tarian adat, tabuh gamelan, dan teater kreatif. Melalui kegiatan ini, pesan pencegahan penyalahgunaan narkoba disampaikan dengan cara yang dekat dengan kehidupan pelajar sekaligus memperkenalkan pentingnya menjaga kelestarian budaya daerah.

Bunda Anti Narkoba Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, mengapresiasi keterlibatan pihak sekolah, tenaga pendidik, dan siswa dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai seni dan budaya memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda agar mampu menghadapi berbagai pengaruh negatif.

“Seni dan budaya adalah warisan paling berharga yang kita miliki di Bali. Ketika kita mencintai budaya, kita sedang membangun fondasi karakter yang kuat. Karakter yang kokoh inilah yang akan melindungi anak-anak kita dari godaan narkoba. Masa depan yang cerah dimulai dari diri yang sehat, bebas narkoba, dan berbudaya luhur,” tegasnya.

Rasniathi juga menyoroti pentingnya peran sekolah dalam meningkatkan pemahaman pelajar mengenai risiko penyalahgunaan narkotika. Lingkungan pendidikan diharapkan menjadi ruang yang mendukung pembentukan karakter sekaligus menumbuhkan kesadaran siswa untuk menjauhi narkoba.

Menurutnya, pencegahan perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Kerja sama antarpihak tersebut diperlukan agar pengetahuan tentang bahaya narkoba tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi juga menjadi bagian dari perilaku sehari-hari.

Melalui pagelaran seni budaya ini, Pemerintah Kabupaten Badung berharap kesadaran pelajar terhadap bahaya narkoba semakin meningkat. Pemanfaatan kearifan lokal sebagai sarana edukasi diharapkan turut menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan berkarakter serta mendukung lahirnya generasi muda yang berbudaya dan berdaya saing.(MFB)

Iklan 160x600

Suara Cakrawala Indonesia

Berani Suarakan Fakta