
Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melibatkan 1.360 Rukun Warga (RW) dalam Lomba Kampung Pancasila 2026 yang diluncurkan di Balai Kota Surabaya, Kamis (17/9/2026) malam. Setelah peluncuran, seluruh RW peserta diwajibkan melakukan pendaftaran melalui aplikasi Sayang Warga sebagai tahap awal mengikuti rangkaian lomba.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Kampung Pancasila tingkat kota sekaligus Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Irvan Widyanto, mengatakan berbagai persiapan teknis telah dilakukan menjelang peluncuran. “Saat ini persiapan teknis, sarana prasarana, materi, publikasi, undangan, pengamanan, pelayanan kesehatan, pengisi acara, serta pembagian tugas perangkat daerah (PD) dan pihak pendukung telah dikoordinasikan,” ujar Irvan, Kamis (17/9/2026).
Setelah sistem dibuka, RW peserta harus melakukan registrasi melalui aplikasi Sayang Warga dan mengisi indikator sesuai kondisi wilayah masing-masing. Peserta juga diwajibkan menyiapkan data, dokumentasi, serta bukti pendukung yang mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.
Irvan menegaskan, lomba tersebut tidak hanya diarahkan untuk menentukan pemenang. “Lomba Kampung Pancasila bukan sekadar kompetisi untuk mencari juara, tetapi merupakan sarana untuk mendorong setiap RW mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila melalui kegiatan yang nyata, terukur, partisipatif, dan berkelanjutan,” tegasnya.
RW yang tidak melakukan pendaftaran tidak dapat mengikuti tahapan berikutnya, termasuk pengisian indikator, verifikasi lapangan, dan proses penilaian. Menurut Irvan, hal utama yang perlu ditunjukkan setiap RW adalah kegiatan yang telah dilakukan, hasil, manfaat bagi masyarakat, serta keberlanjutannya.
Dalam penilaian, aktivitas media sosial bukan indikator utama empat pilar. Publikasi dan dokumentasi tetap dapat digunakan sebagai bukti pendukung kegiatan. Sementara aspek media dapat berpengaruh pada penghargaan tambahan kategori RW Favorit yang ditentukan melalui voting masyarakat.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Maria Agustin Yuristina, mengatakan pendaftaran dibuka setelah peluncuran hingga 20 September 2026. “1.360 RW dan semua RT yang ada di dalam RW tersebut otomatis juga ikut dalam Lomba Kampung Pancasila ini,” kata Maria.
Tahap berikutnya berupa penilaian lapangan pada 30 September hingga 5 Oktober 2026. Penilaian tersebut menjadi proses awal untuk menyaring peserta menjadi 500 besar. Setelah itu, Pemkot Surabaya akan mengumumkan 200 besar pada akhir Oktober 2026.
Dari 200 besar, sebanyak 35 RW akan ditetapkan sebagai kelompok terbaik untuk memperebutkan hadiah utama berdasarkan klasifikasi jumlah RT. Sementara 165 RW lainnya masing-masing memperoleh bantuan Rp10 juta.
Penilaian menggunakan empat pilar, yakni lingkungan dan ekonomi yang masing-masing berbobot 35 persen, serta sosial budaya dan kemasyarakatan yang masing-masing berbobot 15 persen. Indikator lingkungan antara lain pemilahan sampah, bank sampah, kerja bakti, pola hidup bersih dan sehat, serta pemberantasan jentik nyamuk.
Pilar ekonomi menilai kemandirian ekonomi warga, kepedulian sosial, serta aktivitas kewirausahaan, termasuk yang dilakukan generasi muda. Pilar kemasyarakatan mencakup keamanan dan ketertiban lingkungan, seperti siskamling dan pembatasan jam malam bagi anak-anak. Adapun pilar sosial budaya antara lain memperhatikan upaya penanganan dan pencegahan stunting.
Untuk mendukung penilaian, Pemkot Surabaya melibatkan berbagai unsur, termasuk akademisi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Airlangga (Unair), komunitas lingkungan, komunitas pemerhati ekonomi, unsur pemuda, serta Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Surabaya.*red









