Iklan 160x600

Pemkot Surabaya Evaluasi Tata Kelola KBS, Perkuat Pengawasan Satwa

Pemkot Surabaya memperkuat pengawasan tata kelola dan kesejahteraan satwa KBS
Kebun Binatang Surabaya.

Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Kebun Binatang Surabaya (KBS), termasuk aspek keuangan, struktur organisasi, serta kesejahteraan satwa. Pengawasan khusus untuk aspek medis dan nutrisi satwa juga akan dibentuk sebagai bagian dari upaya memperkuat pengelolaan KBS.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, mengatakan evaluasi terhadap KBS selama ini dilakukan secara berkala untuk memastikan perusahaan daerah tersebut dikelola secara sehat dan akuntabel.

“Pemerintah Kota Surabaya memang ada evaluasi internal dari teman-teman Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA), itu ada evaluasi setiap enam bulan, dan setiap tahun. Kemudian kita bisa menentukan deviden-nya berapa,” kata Syamsul, Kamis (13/8/2026).

Menurut dia, besaran dividen tidak dapat dijadikan satu-satunya indikator untuk menilai kondisi Perumda KBS. Pemkot Surabaya akan meningkatkan evaluasi secara berkala agar persoalan dalam pengelolaan perusahaan daerah dapat diketahui dan dicegah lebih awal.

“Jadi nanti untuk ke depannya kita lakukan (evaluasi) secara berkala, sehingga kalau ada salah itu bisa dicegah,” jelasnya.

Untuk memperkuat pemeriksaan keuangan, Pemkot Surabaya juga akan melibatkan auditor independen. Auditor tersebut nantinya ditunjuk oleh pemkot untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengelolaan keuangan Perumda KBS.

“Kita nanti juga akan menggandeng auditor yang independen. Jadi kita yang akan menunjuk auditornya untuk mengaudit keuangan dari KBS,” tegasnya.

Evaluasi juga mencakup struktur organisasi Perumda KBS. Pemkot Surabaya akan meninjau pembagian fungsi agar posisi strategis memiliki mekanisme pengawasan dan keseimbangan kewenangan yang jelas.

“Pemkot juga akan mengevaluasi struktur-struktur organisasi KBS, sehingga nanti memastikan bahwa setiap fungsi strategis memiliki mekanisme checks and balances yang jelas, sehingga tidak ada konflik kepentingan ataupun rangkap jabatan,” paparnya.

Dalam pengisian jajaran direksi dan dewan pengawas, Pemkot Surabaya menetapkan sejumlah kriteria, antara lain integritas, kompetensi manajerial, pemahaman terhadap tata kelola perusahaan yang baik, serta rekam jejak yang bersih.

“Yang jelas sudah dipersyaratkan bahwa syarat dewan pengawas dan direksi baru ini memang yang pertama harus memiliki integritas. Itu syarat utamanya. Kemudian yang kedua memiliki kompetensi manajerial. Juga memahami tata kelola perusahaan yang baik dan rekam jejak yang bersih,” bebernya.

Selain kemampuan manajerial, calon pengelola KBS harus memiliki komitmen terhadap konservasi satwa. Proses seleksi melibatkan tim independen dari kalangan akademisi dan praktisi. Para calon direksi juga akan mempresentasikan gagasan dan kemampuan mereka untuk dinilai.

“Yang paling utama adalah calon direktur dan dewan pengawas ini juga memiliki komitmen terhadap konservasi satwa. Ini yang jadi intens kita, sehingga diharapkan dapat mengelola KBS itu dengan baik, dan KBS ini bisa menjadi lembaga konservasi yang profesional, akuntabel dan juga bisa kembali dipercaya oleh masyarakat Surabaya,” katanya.

Syamsul menambahkan, pengawasan terhadap KBS ke depan tidak hanya berfokus pada aspek keuangan dan administrasi. Pemkot Surabaya menyiapkan pengawas khusus yang menangani aspek medis serta nutrisi satwa untuk memperluas pengawasan terhadap kesejahteraan hewan.

“Untuk pengawasannya juga kita nanti akan membentuk pengawas-pengawas yang banyak. Termasuk pengawas khusus terkait dengan medis dan nutrisi dari hewan-hewan yang ada di KBS,” kata dia.

Evaluasi tersebut diharapkan menjadi bahan pembelajaran bagi Pemkot Surabaya untuk memperbaiki tata kelola KBS. Penempatan pengelola sesuai kompetensi dinilai penting agar perusahaan daerah sekaligus lembaga konservasi tersebut dapat dikelola secara profesional dan bertanggung jawab.

“Jadi pengalaman yang di belakang kemarin menjadi pelajaran bagi kita. Karena memang the right man on the right place, itu yang benar, baru bisa menggerakkan semua nantinya,” pungkasnya.*red

Iklan 160x600

Suara Cakrawala Indonesia

Berani Suarakan Fakta