
Bekasi – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan 58 talenta muda dari Bekasi dan Bandung Barat untuk mengembangkan inovasi menjadi rintisan usaha atau startup yang berpotensi menciptakan lapangan kerja baru. Upaya tersebut dilakukan melalui Talent & Innovation Development Program (TIDP) yang berlangsung selama enam bulan.
Program TIDP dibuka Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli di Balai Besar Peningkatan Produksi (BBPP) Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026). Program tersebut dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan adaptif, inovatif, dan kewirausahaan guna menghadapi perubahan dunia kerja yang dipengaruhi perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI).
Sebanyak 58 peserta yang berasal dari Bekasi dan Bandung Barat mengikuti rangkaian pembelajaran secara intensif. Pelaksanaan program melibatkan Direktorat Jenderal Bina Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta & PKK), Balai Perluasan Kesempatan Kerja (BPKK) Bekasi, Balai Besar Perluasan Kesempatan Kerja (BBPKK) Bandung Barat, serta mitra industri dan mentor profesional.
Kolaborasi tersebut diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan kompetensi peserta, tetapi juga mendorong kemampuan dalam mengembangkan gagasan, menghasilkan inovasi, dan membangun jiwa kewirausahaan.
Menaker Yassierli mengatakan perubahan teknologi dan model bisnis global memerlukan perubahan pendekatan dalam mempersiapkan tenaga kerja nasional. Menurut dia, generasi muda perlu dibekali kemampuan untuk membaca persoalan sebagai peluang sekaligus menghasilkan solusi baru.
“Kita tidak cukup hanya menyiapkan tenaga kerja yang siap mencari pekerjaan, tetapi harus membangun talenta yang siap menghadapi perubahan. Mereka harus mau terus belajar, melihat masalah sebagai peluang, bekerja sama, dan berani menciptakan sesuatu yang baru,” tegas Yassierli.
Untuk menjaga keberlanjutan pengembangan talenta, Kemnaker juga mengembangkan Talent & Innovation Hub (TIH). Ekosistem tersebut mempertemukan pengembangan talenta, inovasi, kewirausahaan, dunia usaha, dan kebijakan ketenagakerjaan.
TIH diarahkan agar proses pengembangan peserta tidak berhenti pada kegiatan pelatihan. Melalui ekosistem tersebut, gagasan yang dikembangkan peserta diharapkan dapat menghasilkan solusi yang memiliki nilai ekonomi serta dapat diterapkan dalam dunia usaha.
Yassierli berharap peserta TIDP mampu mengubah gagasan inovatif menjadi rintisan usaha yang memberikan manfaat lebih luas. Ia juga mendorong peserta agar berani menjadi pencipta lapangan kerja melalui usaha yang mereka bangun.
“Saya berharap adik-adik yang mengikuti program ini dapat menghasilkan rintisan usaha (startup) berbasis inovasi. Saya tantang Anda menjadi pelopor: lulusan yang sudah memiliki perusahaan sendiri bahkan sebelum masa programnya selesai,” ujar Yassierli.
Program tersebut menjadi salah satu upaya Kemnaker mendorong generasi muda agar tidak hanya berorientasi sebagai pencari kerja, tetapi juga mampu mengembangkan usaha dan membuka peluang kerja baru di tengah perubahan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.*red









