Iklan 160x600

Pemkot Surabaya Gelar Khitan Massal untuk 280 Anak

Eri Cahyadi meninjau khitan massal 280 anak di Surabaya
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau pelaksanaan khitan massal di Gedung Wanita, Surabaya (15/8/2026).

Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan Bangga Surabaya Peduli (BSP) menggelar khitan massal bagi 280 anak di Gedung Wanita, Jalan Kalibokor, Surabaya, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan bertajuk “Bersama Mewujudkan Generasi Sehat, Ceria, dan Berakhlak” tersebut terbuka bagi anak Muslim maupun non-Muslim sebagai bagian dari layanan kesehatan dan kepedulian sosial di Kota Surabaya.

Kegiatan dibuka Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Setelah pembukaan, Eri Cahyadi bersama Ketua TP-PKK Kota Surabaya Rini Indriyani meninjau pelaksanaan khitan dan menyapa peserta untuk memberikan dukungan.

Eri mengatakan khitan massal tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial sekaligus penerapan semangat gotong royong dalam program Kampung Pancasila. Program itu diharapkan membantu keluarga yang mengalami kendala biaya untuk memenuhi kebutuhan khitan anak.

“Ada seorang bapak yang cerita, anaknya ingin sunat sejak kelas 3 SD tapi baru terealisasi di kelas 4 ini karena terkendala biaya. Melalui kolaborasi DWP, Baznas, dan Bangga Surabaya Peduli, Alhamdulillah kegiatan gratis ini bisa terlaksana,” ujar Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi seusai acara.

Eri juga mengapresiasi DWP Kota Surabaya yang dinilai memiliki peran penting dalam penyelenggaraan kegiatan sosial tahunan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara perangkat daerah, DWP, dan PKK diperlukan agar program pemerintah dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Dharma Wanita ini adalah ujung tombak. Apakah Pemkot itu menjadi baik atau mengerjakan hal-hal yang baik, ujung tombaknya adalah istri-istri dari pegawai negeri di lingkungan Pemkot Surabaya,” tegas Eri.

Dalam kunjungannya ke lokasi, Eri juga berinteraksi dengan Akbar, siswa kelas 2 SDN Banyu Urip 3 Surabaya. Keberanian Akbar menjalani khitan menjadi perhatian karena ia mengaku tidak takut menjalani proses tersebut.

Eri kemudian menekankan pentingnya pendampingan orang tua, terutama ayah, dalam membangun keberanian dan kepercayaan diri anak. “Seorang anak itu bisa berinteraksi dan berani, pasti ada seorang ayah yang sering mendampingi dia. Di sinilah peran ayah berperan untuk memberikan keberanian bagi seorang anak,” pesannya.

Dari sisi pelayanan kesehatan, proses khitan ditangani tim medis dan dilanjutkan dengan pemantauan pascaperawatan melalui puskesmas di wilayah masing-masing hingga peserta menyelesaikan masa pemulihan. Eri berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat sekaligus menjaga kepedulian sosial di Surabaya.

Ketua DWP Kota Surabaya Dameria Triana Ambuwaru mengatakan kegiatan tahunan tersebut tidak hanya ditujukan untuk membantu masyarakat, tetapi juga mendukung kesehatan anak sejak dini. Pelaksanaan dimulai pukul 06.30 WIB dengan melibatkan sekitar 105 tenaga medis dari RSUD dr. Soewandhie, RSUD Eka Candrarini, dan Puskesmas Sukomanunggal.

Dari 280 peserta, sebanyak 270 anak beragama Islam dan 10 anak non-Muslim. Keterlibatan peserta lintas agama menjadi bagian dari pelaksanaan kegiatan sosial yang terbuka bagi masyarakat.

“Momentum kemerdekaan kami maknai bukan sekadar peringatan, tetapi juga kesempatan memperkuat semangat kepedulian dan gotong royong. Membangun generasi masa depan bukan hanya tentang pendidikan, melainkan juga memastikan mereka tumbuh dalam kondisi yang sehat,” ujar Dameria.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat terus memberikan manfaat nyata, membantu meringankan beban orang tua, serta mencetak generasi muda Surabaya yang sehat jasmani, ceria, dan berkarakter mulia,” pungkasnya.*red

Iklan 160x600

Suara Cakrawala Indonesia

Berani Suarakan Fakta