Iklan 160x600

Khofifah Hadiri Hari Juang Polri 2026, Ajak Teladani M. Jasin

Khofifah menghadiri Upacara Hari Juang Polri 2026 di Surabaya
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Upacara Peringatan Hari Juang Polri 2026 di Monumen Perjuangan Polri, Surabaya, Jumat (21/8/2026).

Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin Upacara Peringatan Hari Juang Polri 2026 di Monumen Perjuangan Polri, Jalan Raya Darmo, Surabaya, Jumat (21/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, Khofifah mengajak jajaran Polri menghidupkan kembali semangat pengabdian Pahlawan Nasional Moehammad Jasin dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Upacara yang mengusung semangat “Dengan Semangat Hari Juang, Polri untuk Masyarakat Menuju Indonesia Maju” itu berlangsung khidmat. Hadir pula jajaran Pejabat Utama Mabes Polri, Polda Jawa Timur, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Jawa Timur, para purnawirawan Polri, serta ratusan personel kepolisian.

Khofifah mengatakan Hari Juang Polri menjadi momentum untuk mengingat sekaligus meneruskan semangat pengabdian para pendahulu kepolisian dalam menjaga kedaulatan negara dan melayani masyarakat. “Semangat Hari Juang Polri adalah semangat untuk terus mengabdi. Perjuangan para pendahulu Polri mengajarkan bahwa tugas kepolisian merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara,” kata Khofifah.

Menurut dia, nilai tersebut sejalan dengan tema Hari Juang Polri 2026, yakni “Dengan Semangat Hari Juang Polri, Kita Tingkatkan Pengabdian untuk Masyarakat, Bangsa dan Negara.” Implementasinya, kata Khofifah, harus terlihat dalam pelaksanaan tugas kepolisian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Polri harus hadir memberikan rasa aman, menjaga ketertiban, menegakkan hukum, sekaligus memberikan pelayanan yang cepat, responsif dan humanis kepada masyarakat,” katanya.

Khofifah juga mengajak anggota Polri meneladani perjuangan Moehammad Jasin. Ia menilai keberanian dan pengabdian tokoh tersebut masih relevan untuk menjadi teladan bagi anggota kepolisian dalam menjalankan tugas.

“Beliau mengajarkan bahwa tugas kepolisian merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara,” ucapnya.

Moehammad Jasin memiliki peran penting dalam sejarah Hari Juang Polri. Pada 21 Agustus 1945, saat menjabat Komandan Tokubetsu Keisatsutai atau Polisi Istimewa Surabaya, ia menyatakan kesatuan tersebut menjadi bagian dari Kepolisian Negara Republik Indonesia. Langkah itu kemudian diikuti ajakan kepada anggota Polisi Istimewa untuk mempertahankan kemerdekaan, termasuk melucuti persenjataan tentara Jepang.

Peristiwa tersebut menjadi salah satu tonggak sejarah perjuangan Polri dan kemudian diperingati sebagai Hari Juang Polri setiap 21 Agustus. Pada 1946, saat menjabat Kepala Kepolisian Karesidenan Malang, M. Jasin juga mendapat tugas dari Kapolri Jenderal Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo untuk membentuk Brigade Mobil yang menjadi cikal bakal Korps Brimob Polri.

“Karena itu, M. Jasin bukan hanya bagian dari sejarah Hari Juang Polri, tetapi juga memiliki jasa besar dalam perjalanan Brimob. Semangat dan pengabdiannya patut terus dikenalkan kepada generasi penerus Polri,” katanya.

Khofifah menilai mengenang M. Jasin tidak cukup dilakukan dengan mengingat sejarah, tetapi perlu diwujudkan melalui pengabdian nyata. “Kalau kita memperingati Hari Juang Polri setiap 21 Agustus, maka semangat perjuangan M. Jasin juga harus terus kita hidupkan. Bukan hanya dikenang sebagai sejarah, tetapi diteladani melalui pengabdian nyata kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi dedikasi jajaran Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Jawa Timur. Menurut Khofifah, sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah dan masyarakat menjadi modal penting untuk mempertahankan kondusivitas daerah serta memperkuat kepercayaan publik terhadap kepolisian.

“Selamat Hari Juang Polri 2026. Mari terus meneladani semangat pengabdian para pendahulu, khususnya M. Jasin, untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara,” pungkasnya.

Dalam upacara tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo juga membacakan naskah Proklamasi Polisi di hadapan peserta upacara. Naskah itu memuat pernyataan Polisi Istimewa Surabaya pada 21 Agustus 1945 untuk menjadi Polisi Republik Indonesia atas nama seluruh warga polisi.*red

Iklan 160x600

Suara Cakrawala Indonesia

Berani Suarakan Fakta