
Badung – Penanganan tumpukan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Sempidi Bumi Resik Asri, Kabupaten Badung, Kamis (30/7/2026), dipercepat untuk menuntaskan timbunan sampah sekaligus mempersiapkan operasional mesin pengolahan. Pengelola, PT Hejo Tech, mengerahkan sekitar 20 unit dump truck setiap hari guna mengangkut sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung.
Langkah tersebut dilakukan agar area TPS3R segera bersih dan siap mendukung sistem pengelolaan sampah yang lebih optimal. Proses pengangkutan juga menjadi bagian dari persiapan pengoperasian fasilitas pengolahan sampah yang dalam waktu dekat akan mulai difungsikan.
Manager Operasional PT Hejo Tech, Peter Nurdiansyah, menegaskan proses pembersihan ditargetkan selesai secepat mungkin, bahkan sebelum batas waktu 14 hari.
“Kami targetnya secepat-cepatnya. Sebelum 14 hari pun harus sudah beres. Yang penting lokasi ini bersih dan rapi karena mesin pengolahan kami juga sudah siap masuk,” ujar Peter, Kamis (30/7).
Menurut Peter, sebanyak 20 dump truck diberangkatkan setiap hari menuju TPA Suwung. Masing-masing kendaraan mengangkut sekitar 10 hingga 12 ton sampah sehingga volume timbunan di TPS3R terus berkurang secara bertahap.
Ia menjelaskan, setelah seluruh tumpukan sampah lama berhasil dipindahkan, sistem pengelolaan akan kembali berjalan normal. Sampah yang masuk setiap hari akan langsung diproses sehingga tidak lagi menumpuk di lokasi.
“Ke depan, sampah yang masuk setiap hari langsung diproses sehingga tidak lagi menumpuk di area TPS3R. Ini juga sembari menunggu mesin pengolahan tiba,” sebutnya.
Peter mengungkapkan, pihaknya sempat mempertimbangkan pengiriman sampah ke Kabupaten Tabanan. Namun, rencana tersebut dibatalkan karena kapasitas penerimaan hanya mampu menampung sekitar dua truk setiap hari. Perusahaan kemudian memilih menggunakan jasa pengangkutan dengan sistem all in, sementara lokasi pembuangan menjadi tanggung jawab penyedia jasa.
Selain fokus membersihkan timbunan sampah, PT Hejo Tech mulai mengaktifkan kembali layanan pengangkutan sampah pelanggan yang sempat terhenti selama beberapa pekan. Sebanyak tiga unit dump truck kini difokuskan melayani pengangkutan sampah dari kawasan permukiman.
“Sampah pelanggan kami sudah mulai kami angkut lagi hari ini. Yang bisa langsung masuk dump truck kami angkut langsung, sedangkan gang sempit dilangsir menggunakan mobil kecil,” katanya.
Saat ini PT Hejo Tech melayani sekitar 1.700 kepala keluarga. Namun, tidak seluruh warga di wilayah layanan menggunakan jasa perusahaan tersebut karena sebagian memilih pengelola lain maupun mengelola sampah secara mandiri.
Di sisi lain, perusahaan juga mempersiapkan pengoperasian mesin pengolahan sampah. Selama mesin belum terpasang, proses pengelolaan dilakukan melalui pemilahan sampah organik dan anorganik sebelum nantinya diolah menjadi bahan produksi.
“Kalau semua ini sudah beres, mesin segera masuk. Nanti juga akan ada kunjungan dari pemerintah maupun tamu dari Jakarta untuk melihat langsung kesiapan fasilitas pengolahan,” ujar Peter. (SCI)









