Iklan 160x600

KaBasarnas dan Wamenhub Jenguk Korban KMP Mutiara Sentosa II di RS PHC Surabaya

KaBasarnas dan Wamenhub mengunjungi penyintas KMP Mutiara Sentosa II di RS PHC Surabaya.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii bersama Wakil Menteri Perhubungan Suntana mengunjungi penyintas KMP Mutiara Sentosa II yang menjalani perawatan di RS PHC Surabaya ()3/7/2026).

Surabaya – Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii bersama Wakil Menteri Perhubungan Komjen Pol (Purn) Drs. Suntana, M.Si., serta Direktur Utama PT Jasa Raharja Dr. Ir. Muhammad Awaluddin, M.B.A. mengunjungi penumpang KMP Mutiara Sentosa II yang menjalani perawatan di RS PHC Surabaya, Senin (03/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan moril sekaligus memastikan para penyintas memperoleh penanganan medis yang memadai pascakebakaran kapal di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura.

Dalam kunjungan itu, Mohammad Syafii meninjau langsung kondisi sejumlah penyintas yang masih menjalani perawatan. Ia memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan sehingga proses pemulihan dapat berlangsung optimal dan mereka dapat segera kembali berkumpul bersama keluarga.

Salah satu penyintas yang dikunjungi adalah seorang balita berusia dua tahun asal Sulawesi Selatan. Balita tersebut dievakuasi bersama ayahnya menggunakan Kapal Meritus Pematang Siantar menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Minggu, 02/08/2026 pukul 23.50 WIB, sebelum dirujuk ke RS PHC Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes) Polda Jawa Timur saat pendataan penumpang di Gapura Surya Nusantara (GSN), balita tersebut mengalami keluhan mual dan muntah. Setelah menjalani perawatan di rumah sakit, kondisinya dilaporkan berangsur membaik.

Hingga saat ini, sebanyak 11 penyintas telah dirujuk ke fasilitas kesehatan. Sebanyak sembilan orang merupakan korban yang dievakuasi menggunakan Kapal Meritus Pematang Siantar, sedangkan dua orang lainnya dievakuasi menggunakan KRI Nala dan dirawat di RS PHC Surabaya. Sementara itu, empat penyintas yang dievakuasi oleh SC Aila XVII dirujuk ke RSI Garam Kalianget setelah tiba di Pelabuhan Kalianget menggunakan KN SAR 249 Permadi.

Usai mengunjungi rumah sakit, Mohammad Syafii melanjutkan peninjauan ke Posko SAR Gabungan di Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak. Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan perkembangan terbaru hasil pencocokan data korban.

Setelah proses verifikasi dilakukan, jumlah penumpang yang berhasil dievakuasi tercatat sebanyak 233 orang. Dari jumlah tersebut, 228 orang berhasil diselamatkan, sedangkan lima orang dinyatakan meninggal dunia.

Proses evakuasi terhadap penumpang lainnya juga masih terus berlangsung. Penumpang yang dievakuasi menggunakan TB Hasnur 26 dibawa menuju Pulau Masalembo sebelum dijemput KN Masalembo milik Distrik Navigasi Tanjung Perak untuk selanjutnya diberangkatkan ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

“Saat ini kita menunggu untuk menerima korban yang dievakuasi dari Masalembo,” ujar Kepala Basarnas Mohammad Syafii. *red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan 160x600

Suara Cakrawala Indonesia

Berani Suarakan Fakta