
Denpasar — Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali bersama Bea Cukai Ngurah Rai menggagalkan dugaan penyelundupan narkotika jenis hashish seberat 1.079 gram bruto yang dibawa warga negara Kazakhstan berinisial VM, 25 tahun. Penindakan dilakukan terhadap penumpang penerbangan rute Bangkok-Denpasar pada Selasa (4/8/2026).
Dalam pemeriksaan, petugas menemukan satu kemasan plastik jar berwarna hitam berisi gel yang diduga merupakan hashish. Barang tersebut disembunyikan di dalam koper dan ditutupi pakaian serta aksesori wanita untuk mengelabui pemeriksaan petugas.
Dari keterangan VM dan pemeriksaan terhadap alat komunikasi yang digunakan, petugas mendapatkan informasi bahwa perjalanan ke Bali dilakukan atas perintah seorang perempuan yang berada di Kazakhstan. VM diduga diminta membawa koper tersebut untuk kemudian diserahkan kepada seseorang di Bali yang identitasnya belum diketahui.
Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol. Dr. Putu Putera Sadana, S.I.K., M.Hum., M.M. kemudian memerintahkan tim melakukan pengembangan dengan menelusuri komunikasi VM dengan pihak yang diduga berperan sebagai pengendali dari Kazakhstan.
Tim Pemberantasan BNN Provinsi Bali juga melakukan profiling terhadap perempuan yang diduga menjadi pengendali tersebut. Berdasarkan data perlintasan, perempuan itu diketahui telah meninggalkan Indonesia pada 2020. Temuan tersebut berbeda dengan keterangan VM yang menyebut perempuan tersebut masih berada di Bali.
Putu Putera Sadana menyampaikan bahwa hashish termasuk narkotika golongan I. Menurut dia, peredaran narkotika jenis tersebut cukup marak di kalangan warga negara asing.
“Saat ini, VM beserta barang bukti telah dibawa ke Kantor BNN Provinsi Bali untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Petugas masih melakukan pengembangan guna mengungkap pihak lain yang diduga terlibat dalam jaringan penyelundupan tersebut,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (12/8/2026).
Penindakan tersebut menjadi bagian dari kerja sama BNNP Bali dan Bea Cukai Ngurah Rai dalam mencegah masuknya narkotika melalui jalur internasional. Petugas masih melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam dugaan jaringan penyelundupan tersebut.*red









